Tuesday, August 4, 2009

Tugu Pahlawan

Tugu Pahlawan Surabaya dibangun untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur dalam pertempuran mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Tugu Pahlawan Surabaya berdiri kokoh menjulang tepat di tengah kota Surabaya, tepatnya di Taman Kebonrojo, Jalan Pahlawan.

Tugu yang berbentuk seperti roket yang mengarah ke bulan ini dibangun dengan bentuk yang sangat sederhana. Tapi justru kesederhanaan inilah yang membuat monumen ini jadi menonjol dibandingkan tugu lainnya di Surabaya. Di sebelah tugu terdapat museum. Di dalam museum ini teman-teman bisa menyaksikan sejarah perjuangan rakyat Surabaya dalam melawan Belanda dalam pertempuran mempertahankan kemerdekaan.
majalahbravo.com

Monumen Kapal Selam

Buat teman-teman yang tinggal di Surabaya, tempat ini pasti sudah tidak asing lagi. Tepat di sebelah Mal Surabaya terdapat sebuah kapal selam yang difungsikan sebagai museum. Museum ini dikenal dengan nama Monkasel (Monumen Kapal Selam). Monumen ini sebenarnya adalah kapal selam Indonesia yang pertama, Pasopati 410. Pasopati 410 adalah jenis kapal selam Rusia yang dibangun di Vladivostok Rusia pada tahun 1952. Kapal ini kemudian dibeli Indonesia pada tahun 1962. Kapal selam ini bersejarah karena memegang peranan penting dalam Operasi Mandala (operasi untuk membebaskan Papua yang saat itu bernama Irian Barat). Kapal selam ini juga turut serta dalam pertempuran di Laut Aru yang melibatkan KRI Macan Tutul yang dipimpin oleh Laksamana Yos Sudarso. Kapal ini berhenti dioperasikan pada tahun 1990.

Pada tahun 1995, Gubernur Surabaya memutuskan untuk menjadikan kapal ini sebagai museum. Untuk memindahkannya ke lokasi sekarang kapal selam ini dipotong menjadi 16 bagian dan kemudian disambungkan kembali setelah tiba di lokasinya sekarang.

Di Monumen yang terletak di Jalan Raya Gubeng Surabaya ini teman-teman bisa melihat-lihat bagian dalam kapal selam. Monumen ini buka setiap hari mulai jam 08.00 hingga jam 21.00 WIB. Untuk masuk tiket yang harus dibayar hanya Rp5.000,00.
majalahbravo.com

Monumen Jenderal Sudirman

Monumen yang berdiri di Jalan Yos Sudarso ini dibangun untuk mengenang perjuangan Jenderal Sudirman dalam memimpin perang gerilya melawan Belanda. Di bawah monumen ini terdapat tulisan yang berisi perkataan Jenderal Sudirman agar pejuang Indonesia tetap percaya diri, tetap melanjutkan perjuangan, mempertahankan tanah air, dan pantang menyerah. Monumen Jenderal Sudirman didirikan sebagai hadiah bagi masyarakat Jawa Timur atas prakarsa Komandan Pangdam VII Brawijaya saat itu, Letnan Jenderal M. Yasin.
majalahbravo.com